Digital clock

Rabu, 13 Maret 2013

"Kisah Nyata Dari mahasiswa Indonesia Di Australia"

Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di
bandara. Orang itu sudah tua, kira-kira
berumur 60 tahun. Bapak ini adalah
pengusaha asal Singapura, dengan logat
bicara gaya melayu dan inggris, beliau
menceritakan pengalaman-peng­­­­alaman
hidupnya kepada kami yang masih muda.
Beliau berkata, "U're country is so rich!"
...
Ah biasa banget denger kata-kata itu, ujarku
dalam hati. Tapi tunggu dulu. "Indonesia
doesn't need the world,but the world needs
Indonesia," Lanjutnya. "Everything can be
found here in Indonesia,U don't need the
world." "Mudah saja, Indonesia paru-paru
dunia. Tebang saja semua hutan di
Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang
butuh Indonesia! Singapura is nothing, we
can't be rich without Indonesia. Lima ratus
ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura
setiap bulan. Bisa terbayang uang yang
masuk ke kami, apartemen-apartemen
terbaru kami yang beli orang-orang
Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku
keras. Lihatlah Rumah Sakit kami, orang
Indonesia semua yang berobat. Terus, kalian
tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami
ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya,
benar-benar panik.
Sangat terasa, We Are Nothing. Kalian tau
kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras.
Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian
di Indonesia dengan mudah dapat beras.
Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-
mana, lihatlah negara kami, air bersih pun
kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan
pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya
mengandung permata. Terlihat glitter kalo
ada matahari bersinar. Penambang jual cuma
Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual
kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini
sebagai PELUANG. Kalian sadar tidak kalau
negara-negara lain selalu takut meng-
embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.
Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri,
makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN
SENDIRI. Belilah pangan dari petani-petani
sendiri,belilah tekstil garmen dari pabrik-
pabrik sendiri. Tidak perlu import kalau bisa
produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa
MENGEMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA
WILL RULE THE WORLD!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar